fbpx

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat untuk penelitian anda?  Klik  Produk Labodia Prima

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat penelitian?  Klik  Produk Labodia

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat penelitian?  Klik  Produk Labodia

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat?  Klik Produk Labodia

Radiasi Sinar Matahari

Radiasi Sinar Matahari

Radiasi matahari adalah energi radiasi (elektromagnetik) dari matahari. Radiasi ini menyediakan cahaya dan panas untuk Bumi dan energi untuk fotosintesis.

Energi radiasi ini diperlukan untuk metabolisme lingkungan dan penghuninya. Tiga jenis radiasi matahari adalah ultraviolet (8%), Photosynthetically Active Radiation (PAR 42.3%), dan inframerah (49.4%).

Dari cahaya yang mencapai permukaan bumi, radiasi infra merah mencapai 49,4% sedangkan cahaya tampak menyediakan 42,3% 9. Masing-masing jenis ini memiliki dampak yang berbeda terhadap lingkungan.

Sebagian besar radiasi matahari yang mencapai Bumi terdiri dari cahaya visibel dan inframerah dengan sejumlah kecil radiasi ultraviolet.

Jumlah dan intensitas radiasi matahari yang diterima suatu lokasi atau air tergantung pada berbagai faktor: garis lintang, musim, waktu, tutupan awan dan ketinggian. Tidak semua

radiasi yang dipancarkan matahari mencapai permukaan bumi. Sebagian besar diserap, dipantulkan atau tersebar di atmosfer.

Di permukaan, energi matahari dapat diserap langsung dari matahari (radiasi langsung) atau dari cahaya yang telah tersebar saat memasuki atmosfer(radiasi tidak langsung).

Siklus panjang gelombang diukur dalam nanometer (nm) dari puncak ke puncak. Semakin pendek panjang gelombang, semakin banyak energi yang dimilikinya dan semakin tinggi frekuensinya.

Radiasi matahari diukur dalam panjang gelombang atau frekuensi. Cahaya biru (UV) memiliki lebih banyak energi daripada cahaya merah (Infrared).

Sinar ultraviolet dapat menyebabkan kerusakan DNA dan struktur seluler penting lainnya.

Solar Irradiance adalah daya per satuan luas yang diterima dari Matahari dalam bentuk radiasi elektromagnetik yang diukur dalam rentang panjang gelombang alat ukur (W/m2).

Solar Irradiance sering diintegrasikan untuk melaporkan energi radiasi yang dipancarkan ke lingkungan sekitarnya (J/m2) selama periode waktu tersebut.

Iradiasi dapat diukur di ruang angkasa atau di permukaan bumi setelah penyerapan dan penerbaran oleh atmosfer.

Iradiasi di ruang angkasa merupakan fungsi jarak dari Matahari, siklus matahari, dan perubahan lintas siklus.

Penyinaran di permukaan bumi tergantung pada kemiringan permukaan pengukuran, ketinggian matahari di atas cakrawala, dan kondisi atmosfer.

Iradiasi matahari mempengaruhi metabolisme tanaman dan perilaku hewan.

Data radiasi untuk sistem listrik tenaga surya (fotovoltaik) sering direpresentasikan sebagai kWh/m2. Perkiraan langsung energi matahari dapat dinyatakan sebagai W/m2.

Sudut matahari menentukan penyinaran matahari. Semakin besar sudutnya, semakin rendah intensitas matahari.

Pengukuran radiasi matahari yang paling umum adalah radiasi total pada permukaan horizontal.

Instrumen yang paling umum digunakan untuk mengukur radiasi matahari terdiri dari dua jenis dasar: pyroheliometer (mengukur radiasi langsung) dan pyranometer (mengukur total radiasi).

Far-Red Radiation

Empowering Agriculture Knowledge

Facebook
Twitter
LinkedIn

Related:

Determination of the hydraulic conductivity function of grey Vertosol with soil column test

Rajitha Shehan Udukumburage *, Chaminda Gallage, Les Dawes, Yilin Gui Science and Engineering Faculty, Queensland University of Technology, Brisbane, QLD, Australia ABSTRACT Expansive soils exhibit swell-shrink behavior in wet-dry periods resulting in distresses on light-weight structures founded on/in them. Therefore, it is essential to investigate the climate-ground interaction when designingContinue Reading

Efisiensi Penggunaan Air Berbagai Teknik Irigasi Untuk Pertanaman Cabai Di Lahan Kering Pada Typic Kanhapludult Lampung

Oleh: Umi Haryati, A. Abdurachman, dan K. Subagyono 1. Balai Penelitian Tanah 2. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Abstrak Untuk mengatasi masalah kekurangan air dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan kering tanpa merusak sumberdaya alam, diperlukan teknologi pengelolaan irigasi yang efektif dan efisien. Teknologi tersebut merupakan kombinasi antara pemberianContinue Reading