fbpx

Pengaruh Iklim Terhadap Dinamika Kelembaban Tanah Di Piringan Pohon Tanaman Kelapa Sawit

Oleh: Iput Pradiko, Rana Farrasati, Suroso Rahutomo, Eko Noviandy Ginting, D. A. A. Candra, Y. A. Krissetya dan Y. S. Mahendra
Warta PPKS, 2020, 25(1): 39-51

Abstrak

Penelitian dilakukan untuk mengetahui profil kelembaban tanah secara horizontal pada areal piringan tanaman kelapa sawit (0-200 cm dari pangkal batang). Lokasi penelitian di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) antara 21 Agustus – 18 September 2018. Pengamatan dilakukan menggunakan Soil Moisture Meter (SMM) MP 306 pada piringan pohon dengan jarak 50 cm, 100 cm, 150 cm, dan 200 cm dari pangkal batang dua tanaman kelapa sawit berumur 14 tahun. Data curah hujan dan unsur iklim lainnya diperoleh dari AWS Davis Vantage Pro-II Plus. Interval waktu pengukuran kelembaban tanah dan unsur iklim adalah 15 menit. Analisis deskriptif dilakukan untuk menganalisis pola keterkaitan antara kelembaban tanah dengan unsur iklim khususnya curah hujan. Selain itu, dilakukan analisis korelasi akumulasi curah hujan pada setiap kejadian hujan dengan fluktuasi kelembaban tanah untuk mengetahui zona piringan pohonyang paling dipengaruhi curah hujan. Hasil penelitian menunjukkan curah hujan berkorelasi positif terhadap peningkatan kelembaban tanah. Sementara itu, rerata kelembaban tanah pada radius 50 cm; 100 cm; 150 cm; dan 200 cm berturut-turut adalah 28,41%; 33,50%, 36,75% dan 38,26%. Zona piringan pohon dengan jarak 150 cm hingga 200 cm dari pangkal pohon sebaiknya lebih dipertimbangkan sebagai zona peletakan pupuk karena memiliki kelembaban tanah yang lebih tinggi. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk menjaga kelembaban tanah melalui pembuatan rorak dan guludan, aplikasi bahan organik, maupun manajemen vegetasi penutup tanah khususnya di gawangan mati dan area di antara baris tanaman.

Kesimpulan

Kelembaban tanah di piringan pohon dipengaruhi oleh curah hujan dan laju evapotranspirasi. Zona dengan radius 150 cm dan 200 cm dari batang memiliki korelasi dengan curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan zona dengan radius 50 cm dan 100 cm. Kelembaban tanah tertinggi pada lapisan olah (0-20 cm) di piringan tanaman kelapa sawit terdapat pada jarak 150 cm hingga 200 cm dari pangkal pohon. Zona piringan pohon dengan jarak 150 cm hingga 200 cm dari pangkal pohon umumnya juga terdapat akar-akar aktif (feeding roots) sehingga aplikasi pemupukan sebaiknya dilakukan pada zona tersebut. Tidak kalah penting, perlu dilakukan upaya untuk menjaga kelembaban tanah melalui pembuatan rorak dan guludan, aplikasi bahan organik, maupun manajemen vegetasi penutup tanah khususnya pada gawangan mati dan area diantara baris tanaman.

Pengaruh Iklim Terhadap Dinamika Kelembaban Tanah Di Piringan Pohon Tanaman Kelapa Sawit

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *