fbpx

Pengamatan Kebutuhan Air Pada Perkembangan Buah Nanas Menggunakan Sap Flow Meter

Sap Flow Meter

Tanaman nanas dapat tumbuh baik pada lokasi yang beriklim hangat dan memiliki curah hujan 1000-1500 mm/tahun.

Salah satu keunggulan dari tanaman nanas yaitu tanaman memiliki kemampuan adaptasi fotosintesis (crassulacean acid metabolism (CAM)) yang dapat memfasilitasi tanaman untuk menyerap karbon dioksida pada malam hari, sehingga dapat mengimprove efisiensi penggunaan air pada saat kondisi kering (Carr, 2012).

Dalam praktik agrikultur, tanaman nanas sangat memerlukan suplai air yang tinggi pada umur 1-2 bulan (Hadianti, 2008).

Salah satu permasalahan besar pada praktik agrikultur tanaman nanas adalah pemberian irigasi yang berlebihan sehingga menjadi salah satu penyumbang besar cost dalam operasional dan juga kurangnya pengelolaan tanah untuk drainase sehingga menyebabkan akar tanaman menjadi busuk Ketika dilakukan irigasi.

Oleh karena itu efisiensi penggunaan air dalam melakukan irigasi tanaman harus lebih ditingkatkan, agar jumlah air yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Berbagai pendekatan dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi irigasi pada tanaman, salah satunya dengan melakukan pengukuran kebutuhan air aktual tanaman.

Pengukuran sap flow merupakan salah satu pendekatan untuk mengukur kebutuhan air tanaman dengan menggunakan sensor temperatur yang di tancapkan langsung pada batang tanaman, sensor mengukur kecepatan aliran air pada batang dengan menggunakan prinsip Heat Ratio Method yang dapat mengukur kecepatan aliran air rendah pada tanaman (Burgess et al, 2001).

Tujuan Observasi

Memantau aliran sap (sap flow) pada buah nanas untuk mengukur kebutuhan air sampai buah masak.

Metode

Sampel Tanaman

Tunas mahkota buah nanas madu ditanam pada planter bag ukuran 100L dengan menggunakan media tanam campuran tanah liat, kompos dan sekam bakar (3:1:1).

Nanas mulai berbunga pada usia 15 bulan setelah tanam. Pengairan dilakukan setiap hari untuk menjaga tanaman tetap dalam kondisi

Instrumen

SFM1 Sap flow meter dapat mengukur kecepatan aliran pada batang (cm/jam) dengan menggunakan prinsip Heat Ratio Method yang dapat mengukur kecepatan aliran dengan rentang pengukuran -100 cm/jam – 100 cm/jam.

Sap flow meter memilik 3 probes utama yaitu, 2 temperature probes dan 1 heater probes. Selain itu pengamatan suhu lingkungan dilakukan dengan menggunakan thermo logger.

Waktu Observasi 75 hari dari tanggal 10/9/2020 sampai 23/11/2020.

Instalasi Alat

Pengamatan kebutuhan air dilakukan dengan menggunakan SFM1 Sap flow meter. Pengamatan dilakukan selama 75 hari (10/9/ – 23/11/2020), dimulai Ketika buah tanaman sudah mulai terbentuk hingga masak (berwarna kuning).

Instalasi sensor sap flow meter pada batang buah (peduncle).

Analisa Data

Data pengukuran sap flow meter diolah dengan menggunakan software ICT Cloud Data Analysis and Display untuk mengukur kebutuhan air harian (L).

Software interface

Hasil Pengamatan

Kecepatan Aliran Sap (cm/jam) berkisar 0,5 – 2,5 cm/jam.

Sap Flow Meter

Berdasarkan pengamatan puncak kecepatan aliran sap (sap flow velocity) berkisar 0.5 -2.5 cm/jam.

Penggunaan Air Harian (liter/hari)

Berdasarkan hasil pengolahan data sap flow penggunaan air berkisar 0.12-0.25 L/hari. Total penggunaan air selama observasi yaitu 14.68 Liter.

Perkembangan Buah Nanas Selama Observasi

Sap Flow Meter

Korelasi Penggunaan Air Harian dengan Suhu Rata-rata/hari

Kesimpulan

  1. ICT Sap Flow Meter dapat mengukur kebutuhan air pada batang buah nanah (Peducle)
  2. Kebutuhan air pada perkembangan buah nanas muda hingga masak adalah 14.68 Liter
  3. Terdapat pola yang sama antara penggunaan air harian dengan rata-rata suhu harian.

DAFTAR PUSTAKA

Carr, M.K.V. (2012). The Water Relations And Irrigation Requirements Of Pineapple (Ananas comosus var. comosus): A Review. Experimental Agriculture. Cambridge, UK: Cambridge University Press.

Burgess, S. S., Adams, M. A., Turner, N. C., Beverly, C. R., Ong, C. K., Khan, A. A., & Bleby, T. M. (2001). An improved heat pulse method to measure low and reverse rates of sap flow in woody plants. Tree Physiology, 21(9), 589–598.

Hadiati, Sri dan Indriyani N.L.P. (2008). Petunjuk Teknis Budidaya Nenas. Solok, Sumatera Barat: Balai Penelitian Buah Tropika.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on email