fbpx

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat untuk penelitian anda?  Klik  Produk Labodia Prima

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat penelitian?  Klik  Produk Labodia

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat penelitian?  Klik  Produk Labodia

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat?  Klik Produk Labodia

kebutuhan air kedelai

Kebutuhan Air, Efisiensi Penggunaan Air dan Ketahanan Kekeringan Kultivar Kedelai

Oleh: Sri Suryanti, Didik Indradewa, Putu Sudira, Jaka Widada
AGRITECH, Vol. 35, No. 1, Februari 2015

Abstrak

Kebutuhan air dan efisiensi penggunaan air merupakan cara sederhana untuk mengetahui apakah hasil tanaman dipengaruhi oleh pasokan air. Tanaman tahan kering mengalami penurunan hasil lebih rendah ketika terjadi cekaman kekeringan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan air tanaman, efisiensi penggunaan air dan variasi ketahanan kultivar kedelai terhadap cekaman kekeringan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 18 x 4 dengan tiga ulangan.

Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2012 di Kebun Tridharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dengan ketinggian tempat 110 m dpl.

Faktor pertama adalah kultivar kedelai terdiri atas 18 kultivar dan faktor kedua adalah interval penyiraman terdiri atas 4 taraf yaitu penyiraman 1 hari, 2 hari, 4 hari dan 8 hari sekali sampai kapasitas lapangan.

Pengamatan kebutuhan air dilakukan mulai umur 15 hari sampai 56 hari setelah tanam dan efisiensi penggunaan air dilakukan pada umur 56 hari setelah tanam. Perhitungan indeks cekaman dan indeks sensitivitas cekaman dilakukan pada umur 84 hari setelah tanam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Grobogan dan Galunggung tahan terhadap cekaman kekeringan dengan kebutuhan air antara 4,87 sampai 4,98 mm dan efisiensi penggunaan air 5,16gram/mm.

Kultivar Burangrang, Kaba, Argomulyo, Panderman, Ijen, Baluran, Petek, dan Malabar merupakan kultivar yang agak tahan terhadap cekaman kekeringan dengan kebutuhan air antara 3,98 sampai 6,14 mm dan efisiensi penggunaan air antara 3,69 sampai 5,51 gram/mm.

Kultivar Sibayak, Tanggamus, Anjasmoro, Wilis, Garut, Gepak Kuning, Sinabung, dan Seulawah merupakan kultivar yang tidak tahan terhadap cekaman kekeringan dengan kebutuhan air antara 5,37 sampai 5,95 mm dan efisiensi penggunaan air antara 3,49 sampai 5,60 gram/mm.

More Studi Kasus

Kesimpulan

Kultivar Grobogan dan Galunggung tahan terhadap cekaman kekeringan. Kultivar kedelai dengan kebutuhan air rendah dan efisiensi penggunaan air tinggi tidak selalu tahan terhadap cekaman kekeringan, tetapi meningkatnya efisiensi penggunaan air dapat mengurangi kebutuhan air.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Related:

Kapasitas Lapang dan Titik Layu Pada Tanaman

Penyerapan air oleh tanaman sangat tergantung dari kondisi air pada tanah tersebut. Selain itu karakteristik tanah juga dapat mempengaruhi akar dalam melakukan penyerapan air. Dalam memahami hubungan kadar air pada tanah dan tanaman, peneliti mendefinisikan batas – batas ketersediaan air ditanah dengan istilah kapasitas lapang dan titik layu.   KapasitasContinue Reading