fbpx

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat untuk penelitian?  Klik  Produk Labodia Prima

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat penelitian?  Klik  Produk Labodia

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat penelitian?  Klik  Produk Labodia

Empowering Agricultural Knowledge and Technology

Butuh alat?  Klik Produk Labodia

Dinamika Transpirasi Berbagai Habitus Tanaman

Dinamika Transpirasi Berbagai Habitus Tanaman Di Lahan Bekas Tambang Timah Bangka

Oleh: Dr. Eddy Nurtjahya, M.Sc dan Dr. Ratna Santi, M.Si.
SK DRPM Nomor 0043/E3/LL/2018 tanggal 16 Januari 2018
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

Ringkasan

Aktivitas penambangan timah di Pulau Bangka menurunkan kesuburan tanah lahan bekas tambang di samping dampak hilangnya vegetasi. Suksesi secara alami di lahan pasca tambang timah membutuhkan waktu yang lama (Nurtjahya et al. 2009a).

Pemilihan jenis tanaman di bekas tambang timah sejauh ini belum terarah, dan terkesan trial and error (Nurtjahya et al. 2008). Upaya pencarian kriteria pemilihan jenis tanaman dilakukan lebih berdasar pada morfologi.

Penelitian morfologi di lapang dengan evaluasi beberapa karakter anatomi dan fisiologi tidak saling menguatkan (Nurtjahya et al. 2011).

Tujuan penelitian tahun pertama adalah memperoleh kesimpulan umum penentuan kriteria pemilihan jenis tanaman berdasarkan transpirasi dari berbagai habitus, yakni: rumput-rumputan, herba, semak, dan pohon.

Dilakukan pengukuran klorofil a, klorofil b dan karatenoid, dan nitrogen Analisis menggunakan software DSAASTAT ver. 1.022.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukannya pola yang kuat terkait konduktivitas stomata dari empat habitus yang diukur: herba dan rumput, semak, pohon, dan liana.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konduktivitas stomata dapat digunakan untuk menyeleksi adaptabilitas tumbuhan di lahan bekas tambang timah.

Habitus herba di lahan revegetasi di Desa Pengarem, di Bangka Selatan, dan di regenerasi alami di Danau Kaolin, di Kabupaten Bangka Tengah menunjukkan potensi terbesar sebagai tumbuhan penutup di lahan bekas tambang timah.

 

Kesimpulan

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukannya pola yang kuat terkait konduktivitas stomata dari empat habitus yang diukur: herba dan rumput, semak, pohon, dan liana.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konduktivitas stomata dapat digunakan untuk menyeleksi adaptabilitas tumbuhan di lahan bekas tambang timah.

Habitus herba di lahan revegetasi di Desa Pengarem, di Bangka Selatan, dan di regenerasi alami di Danau Kaolin, di Kabupaten Bangka Tengah menunjukkan potensi terbesar sebagai tumbuhan penutup di lahan bekas tambang timah.

Facebook
Twitter
LinkedIn

Related: