fbpx

Apa itu Soil Oxygen?

oksigen

Oksigen merupakan unsur penting bagi pertumbuhan tanaman. Pengurangan konsentrasinya di dalam tanah mempengaruhi proses fisiologis tanaman seperti penyerapan air dan hara, serta respirasi, potensi redoks unsur tanah dan aktivitas mikroorganisme.

Kandungan oksigen dalam tanah sekitar 20,6%. Konsentrasi oksigen tertinggi berada di dekat permukaan tanah dan menurun dengan bertambahnya kedalaman.

Salah satu sumber adanya oksigen dari dalam tanah yaitu melalui proses difusi antara tanah dengan atmosfer. Proses tersebut sangat tergantung pada karakteristik fisik dari tanah seperti tekstur, struktur, porositas, dan kadar air.

oksigen

Pemadatan tanah yang menyebabkan pengurangan pori makro tanah juga dapat mengganggu pergerakan oksigen ke dalam tanah. Ketika tanah dipadatkan, pori makro di tanah yang terstruktur dengan baik akan hilang.

Kelembaban tanah yang tinggi akibat irigasi yang berlebihan atau drainase yang buruk mengurangi oksigen tanah. Ketika pori tanah diisi dengan air, oksigen tidak bisa masuk ke dalam profil tanah.

Sebagian kecil oksigen terlarut dalam air tetapi dengan cepat hilang oleh aktivitas metabolism tanaman yang tinggi. Pada umumnya, sebagian besar jenis akar berfungsi paling baik pada kadar oksigen di atas 10 persen .

Akar membutuhkan oksigen untuk tumbuh, untuk penyerapan nutrisi dan untuk pemeliharaan. Pemanjangan akar berhenti ketika konsentrasi oksigen sekitar setengah dari konsentrasi di udara.

Penyerapan nutrisi juga berhenti ketika oksigen habis. Tapi tanaman memiliki mekanisme untuk mengantisipasi keadaan tersebut, nitrogen dapat digunakan sebagai sumber alternatif akseptor oksigen/electron.

Akar memiliki sarana mendistribusikan kembali sejumlah kecil oksigen melalui transportasi internal.

Strees pada akar akibat pengurangan konsumsi oksigen dapat direfleksikan pada kondisi ringan hingga berat. Pada kondisi hipoksia atau anoxia (tidak ada oksigen) telah didefinisikan dengan tingkat oksigen yang dapat mengurangi dan mencegah pembentukan ATP.

Sebagian besar tanaman peka terhadap kondisi yang sangat basah dan hasil panen dapat terpengaruh secara signifikan.

Tingkat dampak ini bervariasi dengan tanaman dan banyak kondisi lainnya. Salah satu gejala dari kurangnya ketersediaan oksigen pada kondisi tergenang pada tanaman yaitu terdapat chlorosis dan necrosis pada daun bagian bawah tanaman.

Tetapi pada kondisi  hipoksia atau kadar oksigen rendah, tanaman memiliki mekanisme untuk bertahan seperti akar dapat mengatur penggunaan oksigennya dengan lancar seperti pada kondisi tanah yang tergenangan air.

Pada bagian yang tergenang akar akan mengurangi konsumsi oksigennya, sebagai kompensasi bagian lain pada akar menggunakan lebih banyak oksigen.

Bahkan pada akar tanaman bagian ujung bisa mengkonsumsi oksigen lebih tinggi dari pada bagian akar lain yang jauh dari ujung.

Baca juga Apa Itu Soil Water Potensial?

Daftar Pustaka

Neira, J., Mauricio O., Luis M.,Edmundo A. REVIEW : Oxygen diffusion in soils: Understanding the factors and processes needed for modeling. Chilean Journal Of Agricultural Research. 2015. doi:10.4067/S0718-58392015000300005

Kozlowski, T.T. 1985. Soil Aeration, Flooding And Tree Growth. Journal of Arboriculture 11:85-96.

Irmak, S. Plant Growth and Yield as Affected by Wet Soil Conditions Due to Flooding or Over-Irrigation. 2008. University of Nebraska

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on email