Pemantauan Pohon Alpukat Menggunakan Teknologi IoT

Latar Belakang Project

ICT International mengembangkan sensor, nodes IoT, data logger dan sistem telimetri untuk memantau parameter penting pada tanaman, tanah dan udara secara berkesinambungan dan real-time.Pada akhir tahun 2018, ICT International dan NBN Co bekerja sama untuk memasang alat pemantauan di perkebunan buah alpukat dengan tujuan untuk mengurangi tingkat gagal buah (kerugian panen) dengan meningkatkan penjadwalan irigasi tanaman.

Pada saat pembungaan dan pembuahan, alpukat sangat sensitif terhadap cuaca panas. Kekurangan air menyebabkan gugur bunga dan buah sehingga dapat menyebabkan kerugian panen. Dengan memprediksi faktor resiko penyebab tanaman stres karena kekurangan air terutama rendahnya kelembaban tanah dan VPD (vapour pressure deficit) tinggi, kebijakan manajemen dapat di implimentasi untuk mengurangi resiko gagal buah.

Hasil dari pemantauan ini di duplikasi secara masif pada seluruh operasional perkebunan dan juga di informasikan lebih luas kepada praktisi industri.

Lokasi Pemantauan

Berlokasi di Mid-North Coast New South Wales, Australia, kebun ini mengalami gagal panen yang di sebabkan oleh kekurangan air pada saat pembungaan dan pembuahan. Pihak manajemen berharap ada solusi yang dapat mendeteksi faktor resiko secara real-time yang dapat mereka gunakan untuk melakukan manajemen yang pro-aktif terhadap irigasi dan kelembaban kanopi.Site-location

Solusi

Bekerja sama dengan NBNCo, ICT International memasang alat untuk monitoring tanaman yang terintegrasi dengan jaringan LoRa.

  • Sensor menginformasi data yang di perlukan untuk memantau dan memprediksi stress tanaman yang di sebabkan oleh kekurangan air
  • Sensor di letakan pada 3 titik lokasi:
    • Stasiun cuaca
    • Sensor kelembaban dan suhu tanah
    • Sensor micro-climate (suhu ambien, kelembaban nisbi dan vapour pressure deficit) pada luar dan dalam kanopi tanaman
    • Dendrometer resolusi tinggi untuk memantau diameter batang
  • Data dari sensor di transmisikan melalui jaringan LoRaWAN
  • Eagle.io digunakan untuk penyimpanan data, visualisasi data dan alarm pada parameter kelembaban tanah, VPD dan MDC (Maximum daily trunk contraction)
  • Eagle.io juga akan mengirimkan notifikasi melalui sms/email kepada operator pada saat irigasi diperlukan.

Perangkat

  • LoRaWAN Gateway
  • ICT S-NODE LoRaWAN terdiri dari DBS-60 Band Dendrometer, ATMOS-14 Microclimate Sensor dan MP406 Soil Moisture Sensor
  • ICT S-NODE LoRaWAN Automatic Weather Station

LoRa Gateway

Dendrometer

AWS

 

Hasil

Sistem dan sensor di pasang pada Desember 2018 (satu bulan sebelum musim kemarau ekstrim yang juga bertepatan dengan masa pembungaan dan pembuahan). Selama Januari 2019, pada saat pembentukan buah. Sensor mendeteksi 2 event kondisi stress air tanaman yang signifikan, dimana kondisi VPD meningkat diatas 5 kPa.

Pada event ke-2, kondisi kelembaban tanah yang rendah menyebabkan kondisi tanaman dalam cekaman air. Hal tersebut dicerminkan berdasarkan tingginya kontraksi harian pada batang (MDC). Pada saat yang sama manajer melakukan observasi lapangan dimana jumlah bakal buah yang jatuh lebih banyak pada event ke-2.

Fenomena ini digambarkan pada grafik di bawah.Hasil

Sistem kontrol irigasi jarak jauh akan dipasang. Sistem pemantauan ini akan memberikan manajemen informasi untuk melakukan irigasi jarak jauh sehingga dapat mengurangi cekaman kekeringan pada tanaman.

Silahkan hubungi kami untuk Demo, Presentasi/ Workshop

info@labodiaprima.co.id | WA +(62) 851 0064 9944/55

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *