Monitoring Pola Kelembaban Tanah Dalam Pipa Vertikultur

Tujuan observasi kali ini, adalah mengetahui bagaimana pola kelembaban tanah di dalam pipa vertikultur.

Dengan mengetahui pola kelembaban ini, diharapkan dapat digunakan untuk mengoptimalkan pola irigasi dalam pipa vertikultur

Instrumen yang digunakan adalah

Soil Moisture datalogger dari ICT International, dengan menggunakan 4 sensor.

Untuk media tanam, komposisinya adalah

50% Sekam

30% Kompos

20% Tanah Lempung

Note : Observasi ini dapat diperluas dengan merubah komposisi media tanam sesuai untuk mendapatkan pola irigasi yang optimum

Pipa vertikultur yang digunakan mempunyai total 8 lubang.

Pada pengamatan kali ini, kami menempatkan sensor di 3 titik pengukuran.

Untuk irigasi, kami menggunakan irigasi tetes/ drip irigasi.

Periode Pengambilan data, selama 7 hari – 23 – 29 Juli 2019.

Selama periode ini, dapat terlihat bahwa tingkat soil moisture nya beragam. Bahkan cenderung turun.

Informasi yang didapatkan dari hasil pengamatan adalah

1. Kelembaban tanah semakin turun
2. Menjelang hari ke 7, penurunannya tidak sebanyak di hari-hari awal

Kesimpulan
1. Penurunan kelembaban tanah, tidak seragam.
2. Dalam 6 hari, pipa vertikultur kehilangan kelembaban sebanyak 3-4%

Interpretasi lain dari hasil pengamatan ini adalah
Pola irigasi yang dilakukan, tidak cukup untuk mempertahankan kelembaban di titik awal. Terlihat dari polanya yang semakin menurun.

Ide untuk observasi selanjutnya.
1. Pola penurunan kelembaban tanah, terlihat semakin melandai menjelang hari ke 7. Apabila pengamatan dilanjutkan, apakah akan menjadi semakin melandai, atau tidak? Apakah akan ke sampai ke 1 titik, dimana kelembaban tanah tidak lagi turun?

2. Observasi bisa dilakukan dengan menggunakan komposisi media tanam yang berbeda.

3. Observasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan tanaman. Tidak menutup kemungkinan, bisa mengukur transpirasi tanaman, dengan menggunakan 2 jenis pipa. Yang 1 dengan tanaman, yang 1 tanpa tanaman.